Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia menjadi hal yang sangat ditunggu oleh semua umat Katolik se-Indonesia. Dengan rasa bersyukur, SMP Strada Bhakti Utama mendapatkan sebagian kuota untuk mengikuti Misa Akbar bersama Paus Fransiskus pada hari Kamis, 5 September 2024. Sebanyak 15 guru dan 75 murid mendapatkan kesempatan emas ini. Pada pukul 09.10 WIB, sebanyak 2 bus berangkat dari titik kumpul Alfamidi M. Saidi. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, rombongan SMP Strada Bhakti Utama tiba di Stadion Madya kompleks GBK pada pukul 10.00 WIB. Sambil menunggu pintu masuk stadion Madya dibuka pada pukul 12.00 WIB, para murid dipersilahkan untuk menjelajahi area bazaar UMKM. Di sana, kami bisa membeli berbagai macam jenis minuman dan makanan ringan maupun makanan berat.

Akhirnya, pada pukul 14.40 WIB, rombongan SMP Strada Bhakti Utama bisa memasuki stadion Madya dan menuju ke area tempat duduk. Walaupun tak lama setelah itu turun rintik hujan, matahari kembali bersinar dengan terangnya. Sambil menunggu waktu misa dimulai, Romo Andreas Subekti dari Komisi Kepemudaan KAJ, Romo Yustinus Ardianto dari Pusat Pastoral Samadi KAJ, dan Suster Hetwika, SJMJ dari komunitas Cengkareng menjadi pemandu acara yang mengajak umat untuk berdoa bersama dan menyaksikan beberapa pertunjukan. Pada pukul 16.15 WIB, Paus Fransiskus mulai berkeliling untuk menyapa umat diawali dari stadion Madya. Area tempat duduk SMP Strada Bhakti Utama merupakan salah satu posisi terbaik karena berada di pinggir jalur yang dilewati Paus Fransiskus. Momen melihat dan menyapa Paus Fransiskus dari jarak yang cukup dekat menjadi sebuah momen yang sangat berharga dan mengharukan bagi kami semua. Berikut ini adalah video dari Paus yang sedang menaiki mobil maung mengelilingi Stadion Madya, silahkan klik link video ini

Misa dimulai tepat waktu dan berjalan dengan sangat baik dan lancar. Pada saat homili, Paus Fransiskus memberikan dua pesan, yaitu untuk mendengar sabda dan menghidupi sabda yang dapat direnungkan dalam Injil yang baru saja diwartakan. Dalam pesan yang pertama, memberitahu kita bahwa hati manusia selalu mencari kebenaran yang dapat memenuhi dan memuaskan hasratnya akan kebahagiaan; yang tidak dapat oleh kriteria-kriteria dunia ini dan oleh penilaian-penilaian duniawi. Pada saat yang sama, sabda Tuhan menuntut untuk berinkarnasi nyata dalam diri kita; oleh karena itu, kita dipanggil untuk menghidupi sabda. Sabda Tuhan tidak hanya tetap tinggal sebagai gagasan abstrak yang indah atau hanya membangkitkan emosi sesaat.

Sekitar pukul 19.30 WIB, rombongan SMP Strada Bhakti Utama mulai meninggalkan stadion Madya dengan hati yang sangat damai dan gembira. Sekitar pukup 20.40 WIB, rombongan sampai di Pasar Pesanggrahan dengan selamat. Para guru dan murid pun berpisah lalu pulang ke rumah masing-masing.

Narasi dan foto oleh Fransiskus Asisi Dewa Bagaskara (IX C)

Sebarkan artikel ini