Tentu, kita memerlukan minyak untuk memasak. Biasanya, minyak hanya boleh dipakai berulang selama 3 kali, namun, bagaimana dengan minyak yang telah berulang-ulang kita pakai? Minyak tersebut kita biasa sebut dengan minyak jelantah. Minyak jelantah biasanya berwarna gelap (akibat dari pemakaian yang berulang), berbau tidak sedap, dan tentunya tidak dianjurkan untuk dipakai kembali. Maka dari itu, pada hari Kamis, tanggal 2 Oktober 2025, SMP Strada Bhakti Utama kedatangan narasumber yang bersedia untuk memaparkan materi mengenai pemanfaatan kembali minyak jelantah. Kak Fikri, berbagi pengetahuan baru kepada para siswa SMP Strada Bhakti Utama mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang ternyata bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Dijelaskan bahwa awalnya mereka berpikir kalau minyak jelantah hanya bisa dipakai lalu dibuang, tanpa ada manfaat yang dapat berlanjut, hingga akhirnya mereka menemukan cara untuk memanfaatkan kembali minyak jelantah, hingga bagi mereka, minyak jelantah adalah salah satu hal berharga yang dapat dijadikan bahan energi alternatif. Dengan proyek yang mereka miliki, mereka menganggap bahwa setiap kerja sama dan partisipasi dari setiap orang dalam mengumpulkan minyak jelantah yang dapat mereka olah kembali adalah hal yang sungguh berharga dan membantu mereka dalam berproses. Sempat disinggung kalau minyak jelantah dapat menjadi bahan bakar alternatif, namun belum sepenuhnya. Minyak jelantah yang telah terkumpul, mereka satukan dan dikirim ke negara tetangga, seperti Singapur dan Irlandia. Mengapa harus diproses disana? Kenapa tidak di Indonesia saja? Jawabannya simpel, karena teknologi Indonesia belum memadai untuk menjadikan minyak jelantah sebagai campuran bahan bakar alternatif.

Bahwa berbagi ilmu itu indah, dengan senyuman yang terukir diantara manusia yang menghargai sesama dan alam tempat ia tinggal.)

Di negara tetangga, yaitu Singapur dan Irlandia, minyak jelantah diproses menjadi campuran untuk bahan bakar alternatif kendaraan beroda 4, dan diusahakan untuk menjadi campuran bahan bakar alternatif pesawat juga. Dikatakan bahwa Indonesia juga sedang berproses dalam pengembangan teknologi ini, agar bisa menambah lapangan kerja, juga menghemat sumber daya alam yang ada. Selain untuk bahan bakar alternatif, Sabun mandi serta sabun cuci tangan pun dapat dibuat dari campuran minyak jelantah yang diolah dengan baik, tentu dengan campuran kimia yang merupakan bahan dasar sabun. Dengan kegiatan sosialisasi ini, SMP Strada Bhakti Utama diajak untuk turut berpartisipasi dalam mengolah kembali minyak jelantah sehingga tidak terbuang sia-sia, serta menjadi bagian dari melestarikan sumber daya alam bersama program Sekolah Adiwiyata dan Sekolah TerSenyum.

Penulis : Zefanya Sira.

Sebarkan artikel ini