Jakarta, 5 Maret 2025 – Seluruh komplek Strada Bhakti Utama yang terdiri dari TK, SD, dan SMP melaksanakan Misa Rabu Abu untuk mengawali masa Prapaskah. Misa diadakan di halaman sekolah dan dihadiri oleh siswa, guru, dan staf sekolah. Acara ini menjadi momen bagi seluruh komunitas sekolah untuk merenungkan kembali makna tobat serta nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari yang perlu diperkuat.

Romo Andreas Sutiyo, SX, menjadi pemimpin misa dan dalam homilinya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjalani masa Prapaskah dengan sikap rendah hati, bertobat, dan peduli terhadap sesama.  Setelah homili, para peserta menerima abu di dahi mereka sebagai pengingat bahwa manusia terbuat dari debu dan akan kembali menjadi debu, sehingga prosesi pembagian abu berlangsung dengan tertib dan penuh doa, menciptakan lingkungan yang reflektif bagi setiap orang.

Melalui perayaan tersebut, para siswa tidak hanya diajarkan untuk memahami makna pertobatan secara rohani tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai moral seperti kejujuran, kepedulian, dan semangat berbagi diharapkan terus diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan cara ini, masa Prapaskah tidak hanya menjadi waktu untuk beribadah tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

https://vt.tiktok.com/ZSMxNCM1w/

Misa Rabu Abu di Komplek Strada Bhakti Utama berlangsung dengan damai dan penuh makna. Acara ini mengingatkan semua warga sekolah bahwa perubahan yang baik dimulai dengan langkah-langkah kecil dalam kehidupan kita sehari-hari.  Diharapkan agar semangat taubat dan kasih yang ditaburkan dalam perayaan tersebut tetap hidup dalam setiap tindakan dan sikap hidup yang mencerminkan kasih dan belas kasihan di antara sesama.

Sebarkan artikel ini