Opera Komedi Samadi (OKS) merupakan acara yang diadakan oleh PusPas (Pusat Pastoral) Samadi setiap Kamis dari sore sampai malam hari. Acara ini diprakarsai oleh Romo Yustinus Ardianto Pr. sebagai pimpinan PusPas Samadi. Awalnya acara OKS ini dibuat untuk hiburan pada masa pandemi Covid-19ย  sebagai sarana pembinaan agama dan sosial dengan berbelarasa berasaskan iman Katolik. Tak terasa acara ini sudah berlangsung selama lebih dari 2 tahun. Banyak paroki yang terbantu melalui penggalangan dana di acara OKS ini. Di antaranya Paroki Lubang Buaya, Paroki Pinang/Ciledug, dan Paroki Kampung Duri.

Selama bulan November 2022, Pusat Pastoral Samadi (PusPas Samadi) dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengumpulkan dana untuk pembangunan Gedung Karya Pastoral (GKP) Paroki Bintaro. OKS ini disiarkan melalui Live Streaming pada akun Youtube PusPas KAJ Samadi. Dana yang telah terkumpul sampai saat ini adalah dua milyar tujuh ratus sembilan puluh delapan juta rupiah (Rp. 2.798.000.000,-). Nomor rekening BCA yang digunakan untuk pengumpulan dana selama OKS berlangsung adalah 6871390999.

Tema Live Streaming OKS terbaru pada tanggal 1 Desember 2022 adalah โ€œTuhan Datang seperti Pencuri di Tengah Malamโ€. Tema tersebut merupakan perikop dalam Kitab Suci, yaitu Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga(Matius 24:44). Penggalangan dana untuk bulan Desember ditujukan untuk membantu korban bencana di Cianjur dan karya-karya di pedalaman.

Opera Komedi Samadi (OKS) tidak hanya dimeriahkan oleh para romo yang menjadi pemandu acara, tetapi juga dimeriahkan oleh Jamaica Cafe yang membantu dalam mengiringi lagu. Tak hanya itu, sebagian warga dari Paroki Bintaro juga turut hadir secara langsung di PusPas Samadi. Keseruan acara OKS ini tidak hanya dengan bernyanyi bersama tetapi juga ada komedi yang dilontarkan oleh para romo, penampilan dari perwakilan paroki, dan juga interaksi yang terjalin antara romo dengan umat yang hadir.

Walaupun acara ini terlihat sederhana seperti bercanda, bernyanyi, dan berinteraksi, namun acara ini selalu berlangsung hingga empat (4) atau lima (5) jam. Hal ini menunjukkan bahwa acara yang dikemas secara sederhana ini diterima dengan baik dan membangkitkan antusiasme yang tinggi dari semua paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), bahkan dari paroki-paroki di seluruh Indonesia.

Penulis:Fransiskus Asisi Dewa Bagaskara (Asa) Kelas VII-C/25

Sebarkan artikel ini