Hari ozon internasional diperingati setiap tanggal 16 September. Penentuan tanggal ini berdasarkan penetapan Protokol Montreal yang ditanda tangani pada 16 September 1987. Apa itu Protokol Montreal? Protokol Montreal merupakan traktat internasional yang dirancang dalam rangka perlindungan lapisan ozon dengan meniadakan produksi zat  yang berbahaya bagi lapisan ozon. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penipisan lapisan ozon, yaitu :

  1. Menghindari Kegiatan atau Penggunaan Peralatan yang Menghasilkan Gas Berbahaya Bagi Lapisan Ozon. Beberapa gas yang paling berbahaya untuk lapisan ozon adalah CFC (klorofluorokarbon), hidrokarbon terhalogenasi, metil bromida, dan dinitrogen oksida. Gas-gas tersebut dihasilkan dari kegiatan kita sehari-hari, seperti kulkas, hair spray, pengharum ruangan, dan masih banyak lagi.
  1. Meminimalisir Penggunaan Kendaraan Bermotor (Pribadi). Kita bisa bepergian dengan berjalan kaki ataupun menggunakan sepeda karena keduanya tidak meninggalkan jejak karbon. Apabila tidak memungkinkan, pakailah kendaraan/transportasi umum untuk mengurangi polusi.
  1. Menghindari Penggunaan Produk Pembersih yang Berbahaya Bagi Lingkungan. Banyak produk pembersih yang mengandung pelarut dan zat korosif, tetapi kita bisa mengganti zat-zat berbahaya ini dengan produk tidak beracun seperti cuka atau bikarbonat agar jauh lebih ramah bagi lingkungan.
  1. Membeli Produk Lokal. Dengan membeli produk lokal, kita tidak hanya mendapat produk yang segar, tetapi juga terhindar dari mengonsumsi makanan yang sudah menempuh jarak jauh. Karena semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak juga nitrooksida yang dihasilkan oleh media transportasi yang digunakan untuk mengangkut produk tersebut.
  1. Merawat Pendingin Udara (AC). Kegagalan fungsi AC bisa menyebabkan CFC keluar ke atmosfer yang membuat lapisan ozon semakin menipis. Jadi, rutinlah melakukan pembersihan AC setidaknya 1 bulan sekali. Dan segeralah lakukan perbaikan jika terdapat kebocoran.

SMP Strada Bhakti Utama juga ikut berpartisipasi dalam merayakan hari ozon internasional sekaligus sebagai pembukaan lomba “Lingkungan Sehat” cabang JPBS. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota TK, SD, SMP Strada Bhakti Utama. Sebagai pembuka, seluruh peserta dari murid hingga guru dan karyawan pun mengikuti kegiatan Ibadat bersama di lapangan dengan mendengarkan renungan BKSN yang dibacakan oleh Stefani dan Carmel, menyanyikan lagu pembuka “Selamat Pagi Bapa” serta menyanyikan lagu penutup “Hari Ini Kurasa Bahagia” yang dipimpin oleh Ibu Supri.

Setelah itu, ada juga cerita tentang “Hari Ozon Sedunia” yang dipersembahkan oleh Jonathan dari kelas 9B, kemudian ada hiburan dari Grace perwakilan kelas 6 dengan menyanyikan lagu yang berjudul “Aku Pasti Bisa” dan dilanjutkan bercerita pengalaman membuat “Echobreak” oleh Daraka kelas 4A. Selanjutnya, Serah Terima Tempat Sampah Secara Simbolis Dalam Rangka Pembukaan Lomba Lingkungan Sehat seJPBS dari cabang ke sekolah. Dilanjutkan oleh penampilan dari adik-adik TK dengan menyanyikan lagu “Jangan Membuang Sampah”. Kemudian ditutup oleh penampilan dari siswa SMP yaitu Abriel, Gavrilo, Valen, dan Fransiskus dengan lagu penutup “Rumah Kita”.

 

Tak hanya itu, kompleks Strada Bhakti Utama juga mengadakan kegiatan kerja bakti lingkungan sekolah bersama dengan para guru-karyawan, siswa-siswi, serta orang tua murid dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari lahan parkir, taman vertikal, lapangan, aula, kolam ikan, serta kebersihan kelas. Setiap siswa memiliki bagiannya sendiri dalam membersihkan lingkungan sekolah sehingga kegiatan berjalan dengan cepat karena dilakukan secara bersama-sama.

Setelah kegiatan kerja bakti selesai, acara dilanjutkan dengan membuat mading per kelas tentang hari ozon, dan setiap kelas ditunjuk beberapa orang yang bertugas. Sisa murid yang tidak bertugas mading, diminta untuk membuat poster masing-masing bertema hari ozon. Mading dan poster yang dibuat merupakan karya dan kreativitas dari para murid di setiap kelasnya, dan tak lupa juga dengan kerja sama yang mereka lakukan dalam berkarya. Setelah mading dan poster selesai dibuat, seluruh siswa diwajibkan untuk membersihkan kembali tempat yang mereka gunakan saat proses pembuatan mading dan poster.

Penulis : Felicia Lael

Edited: FX Rlian