Oleh: Theodula Padantya/7B

“Kyra? Mama sudah bilang untuk menghentikan hobimu itu! Belajar sana!” kelihatannya Mama marah lagi. Dengan nada malas Kyra hanya bias berkata “iya, ma…” dan merapikan semua alat gambarnya. Kyra, gadis berusia 13 tahun yang memiliki hobi menggambar. Ya, bias dibilang dia terlalu suka menggambar sampai sampai diam melupakan belajar demi menekuni hobinya itu. Ibunya menyadari bahwa Kyra sekarang Nampak malas belajar sehingga ia menyuruh Kyra untuk menghentikan hobinya. Namun, hal yang sudah dibiasakan pasti akan susah untuk dihilangkan.

Kyra hanya membolak balik buku pelajarannya sambil termenung. “Hhh, kenapa Ibu melarangku untuk menggambar? Itukan sudah jadi keseharianku” ucapnya sambil membalikkan satu lembar di bukunya. Dia membaca halaman itu dengan sedikit tidak niat. “Sikap yang salah dalam menekuni hobi :bersikap sombong, menjadi malas belajar…” Kyra terdiam ketika membacanya. “Malas belajar…Apa keseharian menggambarku membuat aku malas belajar? Mungkin ini sebabnya Ibu marah…” tiba-tiba ponsel Kyra berdering, menandakan ada pesan yang masuk. Kyra membukanya, ternyata itu adalah pesan dari Sherly temannya. “Hai! Aku lihat di internet ada kompetisi menggambar, loh! Kompetisinya online, kirim aja gambar kamu kesana terus tinggal tunggu menang deh. Nih aku kasih link nya” Kyra membaca pesan itu dengan saksama. “Kompetisi? Kalau aku menang bias dapat beasiswa! Wah, aku mau!”

Keesokan harinya, Kyra mengirimkan gambar yang menurutnya gambar paling bagus. Tidak lupa, sepulang sekolah dia akhirnya mau belajar. Ibunya merasa aneh sekaligus lega, anaknya sudah mau belajar lagi. “Tumben kamu belajar, dinasihati cowok gantengya? Biasanya kalau mama yang suruh kamu malas belajarnya” ledek Mama. “Ish, apasih ma! Nggalah! Ini dari kemauan Kyra sendiri!” Bantah Kyra. Mama hanya mengangguk lalu pergi “Baguslah,teruskanya”. Kyra tidak sabar menunggu pengumuman pemenang kompetisi menggambar.

Hari yang Kyra tunggu-tunggu sudah tiba. Pemenang akan diumumkan di website yang menyelenggarakan kompetisinya. Kyra terus mengamati nama-nama para pemenang hingga…

“JuaraIII : Kyra Sifa Bella, hadiah beasiswa Rp 2.500.000,00”

Kyra bersorak, mengagetkan seisi rumah. “Ada apa, Kyra? Kok teriak-teriak?” Tanya Ibunya yang mendatangi kamar Kyra. “Kyra juara tiga lomba gambar, Ma! Dapat beasiswa dua setengah juta!” Ibunya terbelalak, “Benarkah?! Terus ambil hadiahnya dimana?” Kyra berpikir sejenak dan mengamati website nya sampai akhir. “Di Kantor Departemen Pendidikan, Ma” Dengan gembira, Ibu memeluk Kyra. “Sekali kali dong… Hobi kamu berguna…Jangan lupain belajar juga ya!” ucap Mama. Diam-diam, Kyra berterima kasih kepada temannya dan buku pelajarannya.(Tya/7b)