Pelajar SMP Strada Bhakti Utama memulai projek bertema “Kebun Sekolah” untuk kelas 8, setelah diadakannya sosialisasi mengenai kokurikuler. Kegiatan utama pada, Jumat (21/08/2026) siswa-siswi kelas 8 diharapkan berturut serta untuk memperindah halaman sekolah dengan praktik bercocok tanam dengan metode hidroponik. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai teknik hidroponik, sekaligus memberikan keterampilan dalam merawat tanaman di sekitarnya. Aktivitas ini dilakukan dengan siswa-siswi yang saling bekerja sama dalam proses penanaman hidroponik.
Aktivitas dimulai dengan murid-murid kelas 8 yang menyiapkan peralatan dan bahan guna memulai proses penanaman sayuran hidroponik. Hidroponik merupakan teknik pertanian yang menggunakan air serta larutan nutrisi sebagai media tumbuh pengganti tanah. Tujuan utama dari hidroponik adalah untuk mengurangi penggunaan lahan, memaksimalkan efisiensi air, mempercepat pertumbuhan tanaman, menghindari penggunaan pestisida kimia, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pada kesempatan ini, murid-murid bertugas untuk menanam sayuran pakcoy dan sawi.
Pakcoy dan sawi dipilih sebagai fokus utama untuk penanaman kali ini karena kedua jenis sayuran ini memiliki waktu panen yang sangat singkat serta sistem akar yang dangkal, sehingga sangat efektif dalam menyerap air kaya nutrisi. Metodologi hidroponik yang diimplementasikan oleh sekolah adalah DFT. DFT (Deep Flow Technique) merupakan teknik penanaman tanpa penggunaan tanah, di mana akar tanaman berada dalam larutan nutrisi setinggi sekitar 3–5 cm yang terus dialirkan dengan lembut. Selain itu, perlengkapan yang diperlukan adalah Rockwool dan Netpot, di mana siswa harus memotong Rockwool dengan ukuran yang tepat, lalu membasahinya dan menanam benih ke dalam Rockwool yang telah dibor sedikit, selanjutnya Rockwool yang sudah berisi benih dimasukkan ke dalam Netpot dengan catatan ukuran Rockwool tidak boleh melebihi ukuran Netpot supaya dapat diletakkan dengan mudah. Aktivitas ini bisa memberikan manfaat bagi siswa sebagai media pembelajaran praktis serta berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang lebih hijau dan bersih, oleh karena itu sekolah memilihnya sebagai fokus utama dalam kegiatan kokurikuler kelas 8 kali ini.
Kegiatan kokurikuler merujuk pada aktivitas pembelajaran yang dilakukan di luar waktu kelas, dimana tujuannya adalah untuk memperkuat, memperdalam, atau memperkaya bahan ajar intrakurikuler, demi pengembangan karakter serta kompetensi siswa. Salah satu keuntungan utama dari kegiatan kokurikuler adalah memperkuat, mendalami, dan memperkaya pemahaman akan materi pelajaran intrakurikuler melalui pengalaman belajar yang nyata dan relevan. Selain itu, kegiatan kokurikuler juga memberikan pengalaman langsung yang membantu siswa mengaitkan pelajaran yang mereka terima di sekolah dengan keadaan di dunia nyata.
Siswa-siswi melaksanakan aktivitas dengan penuh kesabaran dan baik. Beberapa hari kemudian, beberapa tunas dalam rockwool mulai terlihat. Ini menandakan bahwa tunas telah siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu proses pengairan. Melalui proses ini, tanaman yang ditanam akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.
Dengan demikian, praktik hidroponik ini terbukti sebagai alat pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi semua peserta didik. Proses pemeliharaan tanaman secara rutin telah menciptakan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang kuat di dalam diri mereka. Di samping itu, kemampuan bertani tanpa menggunakan tanah ini memberikan dorongan nyata untuk memanfaatkan ruang terbatas di rumah masing-masing. Aktivitas ini juga menjadi awal yang positif untuk membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan.
Recent Comments