Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, SMP Strada Bhakti Utama menyelenggarakan kegiatan peduli lingkungan pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan setelah upacara bendera dan diikuti oleh seluruh siswa serta guru.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah sering menyebabkan pencemaran lingkungan, banjir, serta gangguan kesehatan. Oleh karena itu, sekolah berupaya menanamkan budaya bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah sejak dini.

Mengusung tema “Sekolah Bersih, Lingkungan Asri, Generasi Peduli”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membiasakan siswa memilah sampah dengan benar serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera pada pagi hari. Setelah upacara selesai, kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional secara resmi dibuka oleh pihak sekolah sebagai bentuk komitmen dalam membangun karakter peduli lingkungan.

Selanjutnya, siswa mengikuti sesi edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah yang disampaikan oleh Zefanya dan Gogo. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Setelah sesi edukasi, seluruh siswa dan guru melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan meliputi pembersihan taman vertikal, ruang kelas, halaman sekolah, serta penataan ulang tempat pilah sampah di kantin agar lebih tertib dan mudah digunakan

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas kreatif berupa pembuatan kolase bermotif batik dari sampah kertas dan plastik. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya seni yang bernilai dan bermanfaat.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengurangi sampah plastik, sekolah juga melaksanakan Gerakan Bawa Tumbler dan Bekal Sendiri. Seluruh siswa dan guru membawa botol minum serta kotak makan dari rumah guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan sesi refleksi yang dipimpin oleh salah satu guru. Dalam sesi tersebut, siswa menyampaikan pengalaman dan kesan mereka selama mengikuti kegiatan serta menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan setiap hari.

Secara keseluruhan, kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional ini memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, kesadaran siswa meningkat, serta terbentuk komitmen bersama untuk menjadikan budaya peduli lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari.

Ditulis: Arka Argianto

Sebarkan artikel ini