Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Sekolah Strada Bhakti Utama mengikuti kegiatan yang menampilkan berbagai hasil bumi sebagai bentuk ungkapan syukur atas karunia alam yang menyediakan makanan bagi kehidupan manusia. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pangan, menghargai hasil pertanian, serta meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan yang cukup dan bergizi.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat sebuah gunungan hasil bumi yang dihias menggunakan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Hasil bumi tersebut disusun secara bertingkat sehingga membentuk gunungan yang menarik perhatian masyarakat. Berbagai bahan pangan, seperti wortel, bawang putih, cabai, tomat, terong, dan daun bawang, menjadi bagian dari hiasan gunungan tersebut. Susunan hasil bumi ini melambangkan kekayaan alam dan keberagaman bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang dibawa oleh sejumlah peserta. Warga dan peserta terlihat berkumpul di sepanjang jalan untuk mengikuti serta menyaksikan jalannya acara. Beberapa peserta mengenakan pakaian tradisional dan pakaian batik, sehingga menambah suasana kebersamaan dan menunjukkan keberagaman budaya yang ada di tengah masyarakat. Gunungan hasil bumi menjadi pusat perhatian karena menggambarkan hasil pertanian yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Selain arak-arakan, kegiatan ini juga diisi dengan doa yang dipimpin oleh seorang pastor. Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan makanan yang dapat dinikmati setiap hari. Melalui kegiatan doa bersama, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa pangan merupakan anugerah yang perlu dihargai. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak hanya bersyukur ketika memperoleh makanan, tetapi juga menunjukkan rasa syukur melalui tindakan nyata, seperti berbagi dengan sesama dan menggunakan makanan secara bijaksana.

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai persoalan pangan di dunia, termasuk kelaparan, kekurangan gizi, dan kesulitan memperoleh makanan yang layak. Peringatan ini juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung upaya menciptakan sistem pangan yang lebih baik agar setiap orang dapat memperoleh makanan yang cukup, aman, dan bergizi.

 

Salah satu hal penting yang dapat dipelajari dari kegiatan ini adalah besarnya peran petani dalam menyediakan bahan pangan. Para petani bekerja keras mulai dari mengolah tanah, menanam benih, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian. Tanpa kerja keras mereka, masyarakat akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan berbagai bahan makanan. Oleh karena itu, masyarakat perlu menghargai hasil kerja para petani dengan cara membeli dan mengonsumsi hasil pertanian secara bijaksana serta tidak menyia-nyiakan makanan.

Selain menghargai petani, masyarakat juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap masalah pemborosan makanan. Makanan yang masih layak dikonsumsi sebaiknya tidak dibuang begitu saja. Setiap orang dapat memulai kebiasaan baik dari rumah dan sekolah, misalnya mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah diambil, menyimpan bahan pangan dengan benar, serta berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pemborosan pangan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Peringatan Hari Pangan Sedunia juga memiliki nilai pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda. Melalui kegiatan ini, mereka dapat belajar bahwa makanan yang tersedia di meja makan membutuhkan proses panjang dan kerja keras banyak orang. Generasi muda diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga ikut menjaga lingkungan, mengurangi sampah makanan, dan menghormati orang-orang yang bekerja dalam bidang pertanian.

Dengan demikian, kesadaran mengenai pangan dapat ditanamkan sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama. Kegiatan arak-arakan gunungan hasil bumi dan doa bersama menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama. Peringatan ini bukan hanya menjadi acara seremonial, melainkan juga kesempatan untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menghargai hasil bumi, mendukung para petani, mengurangi pemborosan makanan, dan berbagi dengan sesama, masyarakat dapat ikut berperan dalam menciptakan ketahanan pangan. Semangat Hari Pangan Sedunia diharapkan terus diterapkan, sehingga semakin banyak orang menyadari bahwa setiap bahan pangan memiliki nilai dan setiap orang berhak mendapatkan makanan yang cukup serta bergizi.

Sebarkan artikel ini